PENGARUH KONSENTRASI MEDIA PENYALUT DAN LAMA ULTRASONIKASI TERHADAP UKURAN PARTIKEL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANO EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.)

Christian Tri Wahyudi, Sudarma Dita Wijayanti, Harijono Harijono

Abstract


Bawang putih mempunyai senyawa bioaktif utama, yaitu allicin, terutama karena kemampuannya sebagai antioksidan. Senyawa yang masih berukuran besar lebih sulit diserap oleh tubuh dibandingkan dengan senyawa yang berukuran nano. Salah satu metode nanoteknologi yang dapat digunakan untuk pengecilan ukuran adalah ultrasonikasi. Dalam proses tersebut sering kali digunakan zat penyalut yang ditujukan untuk memerangkap atau melapisi senyawa yang sudah diubah menjadi berukuran nano karena ultrasonikasi. Zat  penyalut ini dapat melapisi senyawa bioaktif yang terdiri dari lebih dari satu komponen. Zat penyalut yang banyak digunakan adalah campuran kitosan dan Sodium Tri Polipospat (STPP). Penyalut dengan kitosan/STPP dengan konsentrasi 1.33/0.17% dan ultrasonikasi pada frekuensi 40 KHz selama 30 menit merupakan perlakuan terbaik dan menghasilkan ekstrak nano dengan ukuran partikel rata – rata sebesar 240.7 nm, viskositas sebesar 31.67 cP, dan nilai IC50 sebesar 8024.58 ppm.

 

Kata Kunci : Bawang putih tunggal, Nanoteknologi, Ultrasonik


Keywords


Bawang Putih Tunggal; Nanoteknologi; Ultrasonik

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpa.2018.006.03.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Christian Tri Wahyudi, Sudarma Dita Wijayanti, Harijono Harijono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.