PENINGKATAN PRODUKSI PIGMEN MERAH ANGKAK TINGGI LOVASTATIN MENGGUNAKAN KO-KULTUR Monascus purpureus DAN Saccharomyces cerevisiae [IN PRESS OKTOBER 2014]

Authors

  • Evan Tedjautama Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
  • Elok Zubaidah

Abstract

Angkak merupakan beras yang difermentasi oleh kapang Monascus purpureus yang menghasilkan metabolit sekunder berupa pigmen merah dan lovastatin. Penambahan beras merah dan ko-kultur dengan Saccharomyces cerevisiae mampu meningkatkan produksi metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu dan konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae yang tepat terhadap produksi pigmen merah alami tinggi lovastatin pada angkak. Penelitian ini menggunakan RAK 2 faktor. Faktor I adalah waktu penambahan Saccharomyces cerevisiae, sedangkan faktor II adalah konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae. Perlakuan terbaik didapat dari perlakuan penambahan Saccharomyces cerevisiae hari ke-12 konsentrasi 105 cfu/mL dengan intensitas pigmen merah (λ 500 nm) 4.69, kadar lovastatin 12.24 ppm, derajat kecerahan (L*) 39.47 dan kemerahan (a*) 15.47, kadar air 5.62%, stabilitas terhadap suhu 86.21% (1800C) dan stabilitas terhadap pH 3 adalah 79.12% (jam ke-12) sedang pada pH 7 adalah 97.64% (jam ke-12).   Kata kunci: Angkak, Ko-Kultur, Lovastatin, Pigmen Merah, Saccharomyces cerevisiae

Downloads

Published

2014-02-21

Issue

Section

Articles