STUDI DAYA CERNA (IN VITRO) BISKUIT TEPUNG UBI JALAR KUNING DAN TEPUNG JAGUNG GERMINASI [IN PRESS JANUARI 2016]

Engganeyski Jana Claudia, Simon Bambang Widjanarko

Abstract


Biskuit pada umumnya terbuat dari tepung terigu (gandum) yang hingga saat ini masih bergantung pada impor. Permasalahan tersebut diatasi dengan menggantikan gandum dengan bahan lokal antara lain tepung ubi jalar dan tepung jagung. Ubi jalar mememiliki kandungan protein yang rendah. Kandungan protein bisa diperoleh dari biji jagung yang digerminasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi pada biskuit. Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 5 perlakuan diantaranya perbandingan proporsi tepung ubi jalar kuning : tepung jagung germinasi 50:50; 60:40; 70:30; 80:20; dan 90:10. Data hasil analisis diolah menggunakan program SPSS 17 kemudian diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multipe Range Test).  Perlakuan terbaik diperoleh pada proporsi tepung ubi jalar kuning : tepung jagung germinasi 90:10 yang memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 2.44%, pati 80.38%, protein 5.32%, daya cerna pati 74.41%, daya cerna protein 50.81%, daya patah 7.47 N, tingkat kecerahan 74.82, lemak 5.37%, serat kasar 1.63%, karbohidrat 86.87%, dan abu 1.52%.

 

Kata Kunci: Biskuit, Jagung Germinasi, Ubi Jalar Kuning


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Engganeyski Jana Claudia, Simon Bambang Widjanarko

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.