DISTILASI DAN KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI RIMPANG JERINGAU (Acorus calamus) DENGAN KAJIAN LAMA WAKTU DISTILASI DAN RASIO BAHAN : PELARUT [IN PRESS APRIL 2014]

Authors

  • Violetta Prisca Effendi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
  • Simon Bambang Widjanarko

Abstract

Minyak atsiri adalah salah satu jenis minyak nabati yang multimanfaat. Data statistik ekspor-impor dunia menunjukkan bahwa konsumsi minyak atsiri dan turunannya naik sekitar 8-10% dari tahun ke tahun. Jeringau merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi menghasilkan minyak atsiri. Distilasi air merupakan salah satu cara untuk memisahkan minyak atsiri dari dalam bahan. Sebelum rimpang jeringau didistilasi, rimpang terlebih dahulu diubah dalam bentuk chips untuk mempermudah dalam proses distilasi. Dari hasil distilasi menggunakan metode distilasi air didapat nilai regresi untuk rendemen pada penelitian ini adalah Y=2.020889+0.34825β1+0.34125β2, nilai regresi untuk kecerahan adalah Y=49.18889+0.1625β1+0.0875β2, sedangkan nilai regresi untuk indeks bias adalah Y=1.551877778+0.000025β1+0.000025β2, serta didapat nilai maksimum pada waktu distilasi 9 jam dengan rasio bahan banding pelarut 1 : 17.94 untuk respon rendemen, 8 jam dengan perbandingan rasio bahan dan pelarut 1 : 16.08 untuk respon kecerahan dan 9 jam dengan perbandingan rasio bahan dan pelarut 1 : 18 untuk respon indeks bias.   Kata Kunci: distilasi, minyak atsiri, rimpang jeringau

Downloads

Published

2013-12-06

Issue

Section

Articles