TOKSISITAS SUBAKUT TEPUNG GLUKOMANAN (A. muelleri Blume) TERHADAP SGOT DAN NATRIUM TIKUS WISTAR SECARA IN VIVO [IN PRESS JANUARI 2014]

Authors

  • Amanda Krysanti Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
  • Simon Bambang Widjanarko

Abstract

Porang (A.muelleri Blume) merupakan jenis talas-talasan yang tumbuh liar di hutan Indonesia. Umbi porang spesies muelleri Blume dapat dijadikan tepung dan memiliki kadar glukomanan yang cukup tinggi (37.27%). Pengolahan umbi porang menjadi tepung tepat dijadikan sebagai bahan pengganti tepung konjac. Tepung porang memiliki kekurangan, yaitu adanya kalsium oksalat yang bersifat toksik. Dengan menguji toksisitas subakut tepung A.muelleri Blume secara in-vivo diharapkan dapat mengetahui kadar tepung yang aman dikonsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Postest dengan Kelompok Kontrol. 12 tikus wistar jantan dan betina dibagi dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol, pemberian tepung glukomanan dosis 250; 1000; 4000 mg/kg BB tikus selama 28 hari. Karakteristik yang diamati adalah SGOT dan natrium. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung glukomanan 250 dan 1000 mg/kg BB selama 28 hari belum memberikan efek toksik, pemberian dosis 4000 mg/kg BB selama 28 hari menunjukkan efek toksik yang ditandai dengan tingginya SGOT dan natrium.

 

Kata kunci: In Vivo, Kalsium Oksalat, Subakut, Toksisitas, Umbi Porang A. muelleri Blume

Downloads

How to Cite

Krysanti, A., & Widjanarko, S. B. (2013). TOKSISITAS SUBAKUT TEPUNG GLUKOMANAN (A. muelleri Blume) TERHADAP SGOT DAN NATRIUM TIKUS WISTAR SECARA IN VIVO [IN PRESS JANUARI 2014]. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 2(1), 1–6. Retrieved from https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/16

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>