PENGARUH KONSENTRASI PASTA SINGKONG (Manihot esculenta) DAN LAMA FERMENTASI PADA PROSES PEMBUATAN MINUMAN WINE SINGKONG [IN PRESS JANUARI 2015]

Authors

  • Eko Sutrisno Hawusiwa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
  • Agustin Krisna Wardani
  • Dian Widya Ningtyas

Abstract

Wine merupakan minuman yang berasal dari daerah Mesopotamia yang kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Wine dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur yang kemudian akan dirubah menjadi alkohol. Salah satu bahan yang memiliki atau dapat menghasilkan gula adalah singkong. Sebelum dibuat wine singkong terlebih dahulu dijadikan pasta untuk memudahkan proses hidrolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi substrat, dalam hal ini pasta singkong dan lama fermentasi yang paling efektif sehingga dihasilkan minuman wine dengan kadar alkohol tinggi yang sesuai standar. Kajian pada penelitian ini adalah konsentrasi pasta singkong (15%, 25%, dan 35% b/v) dan lama fermentasi (1, 2 dan 3 minggu). Perlakuan terbaik dipilih berdasarkan yield alkohol tertinggi yaitu sebesar 83.11% yang dihasilkan dengan konsentrasi pasta 15% (b/v) dan lama fermentasi 3 minggu. Perlakuan terbaik ini menghasilkan kadar alkohol 11.47% dan nilai total khamir 3.10 x 104 koloni/ml. Kata kunci: Alkohol, Fermentasi, Khamir, Pasta, Singkong, Wine

Downloads

Published

2014-05-09

Issue

Section

Articles