FORMULASI KERUPUK KENTANG GRANOLA (Solanum tuberosum L.) SEBAGAI MAKANAN KULINER KHAS TENGGER JAWA TIMUR

Claudia Gadizza Perdani, Firda Najmi Amaludin, Susinggih Wijana

Abstract


Kuliner khas memiliki peranan yang penting dalam menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Potensi komoditas unggulan kawasan Bromo yang baik dikembangkan sebagai kuliner adalah sayuran kentang. Kentang memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga berpotensi untuk diolah menjadi kerupuk kentang, dan diharapkan  berpotensi menjadi salah satu oleh-oleh khas Tengger. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetauhi pengaruh proporsi penambahan tepung tapioka terhadap kualitas fisik kerupuk yang optimal dan mengetauhi tingkat kesukaan kerupuk kentang. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan linear programming sebagai penentuan komposisi ke-3 formulasi. Rancangan formulasi kerupuk kentang dibuat dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Berdasarkan penelitian ini kerupuk kentang yang dapat diterima secara organoleptik oleh panelis adalah formulasi ke-3 (kentang 65% : tapioka 30% : 5% bahan tambahan). Hasil analisis kadar air kerupuk kentang sebesar 4.66%, daya patah sebesar 14.90 N dan daya kembang sebesar 83.2%. Biaya pokok pembuatan kerupuk kentang formulasi ke-3 (tiga) sebesar Rp. 2.819,60  per 100 gram.



Keywords


Varietas granola; Tepung tapioka; Keripik kentang

Full Text:

PDF

References


Adawyah, R dan Findya, P. 2012. Pemberian Ekstrak Limbah Kepala Udang Sebagai Sumber Protein Pelengkap Unsur Gizi Pada Pengolahan Kerupuk. Journal Fish Scientiae. 2(3): 51-63.

Adi, R., N., Nafiah, A., Suherman, dan Ratnawati. 2013. Penggunaan Teknologi Pengeringan Unggun Terfluidisasi Untuk Meningkatkan efisiensi Pengeringan Tepung Tapioka. Jurnal Teknologi Kimia, Industri. 2(3): 37-42.

Asgar, A. 2013. Kualitas Umbi Beberapa Klon Kentang (Solanum Tuberosum L.) Dataran Medium Untuk Keripik. Jurnal Berita Biologi. 12(1): 29-37.

Asgar, A. 2013. Kualitas Umbi Beberapa Klon Kentang (Solanum Tuberosum L.) Dataran Medium Untuk Keripik. Jurnal Berita Biologi. 12(1): 29-37.

Badan Standarisasi Nasional. 1991. Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI-01- 0272-1991. Mutu Kerupuk. Dewan Standarisasi Indonesia. Jakarta.

Dewa, I. Gede P. J. 2008. Karakteristik Biskuit Berserat Hasil Suplementasi Tepung Ampas Tahu Dan Tepung Ampas Kelapa. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UB. Malang.

Huda N. , Ang L. L., Chung X. Y. and Herpandi. 2010. Chemical Composition, Colour and Linear Expansion Properties of Malaysian Commercial Fish Cracker (Keropok). Asian Journal of Food and Agro-Industry 3(05), 473-482 ISSN 1906-3040. Boni, I. Noryati, I. 2009. The Effect.

Kusumaningrum, I. 2009. Analisa Faktor Daya Kembang Dan Daya Serap Kerupuk Rumput Laut Pada Variasi Proporsi Rumput Laut (Eucheuma Cottonii). Jurnal Teknologi Pertanian. 4(2): 63-68.

Mulyadi. 2012. Akuntansi Biaya. Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen. YKPN. Yogyakarta.

Nurainy, F., Ribut, S., dan Dewe, W. 2015. Pengaruh Perbandingan Tepung Tapioka Dan Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus Oestreatus) Terhadap Volume Pengembangan. Kadar Protein Dan Organoleptik Kerupuk. Jurnal Teknologi Industri, Hasil Pertanian. 20(1): 11-24.

Pangloli, P. Dan Hariyanto, B. 2000. Potensi Dan Pemanfaatan Sagu. Kanisius. Yogyakarta.

Purawisastra, S. dan H. Yuniati. Kandungan Natrium Beberapa Jenis Sambal Kemasan serta Uji Tingkat Penerimaannya. 2010. Puslitbang Gajah Mada, Yogyakarta

Purwanita dan Ratna, S. 2013. Pembuatan Egg Roll Tepung Sukun (Artocarpus Altilis) dengan Penambahan Jumlah Tepung Tapioka yang Berbeda. Jurnal Penelitian. 3 (1): 1-157.

Rosiani, N., Basito, Esti, W. 2015. Kajian Karakteristik Sensoris Fisik Dan Kimia Kerupuk Fortifikasi Daging Lidah Buaya (Aloe Vera) Dengan Metode Pemanggangan Menggunakan Microwave. Jurnal Teknologi Pertanian. 8(2): 84-98.

Rukmana, R. H. 2002. Usaha Tani Kentang Sistem Mulsa Plastik. PT Kanisius. Yogyakarta

Samadi, B. 2007. Kentang dan Analisis Usaha Tani. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Setiadi. 2009. Budi Daya Kentang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setyowati. 2001. Penggunaan NaHCO3 Terhadap Kualitas Kerupuk Biji Nangka. Skipsi. Universitas Brawijaya. Malang.

Subekti, E. I. 1998. Optimasi Perencanaan Produksi Industri Kerupuk Udang/Ikan Di Perusahaan Kerupuk Indrasari. Indramayu.

Sugiran , G. 2007. Efek Pengolahan Terhadap Zat Gizi Pangan. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Lampung.

Sundari, D., Al,asyhuri, dan Astuti, L. 2015. Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Jurnal Media Litbangkes. 25(4): 235-242.

Thomas, W., J. dan Arwell, W., A. 1997. Starch. Eagan Press Handbook Series St Paul Minnesota. USA.

Winarno, F. G. 2002. Kimia Pangan dan gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Zulistyanto, D., Putut H., dan Ulfah A. 2016. Pengaruh Lama Pengukusan Adonan Terhadap Kualitas Fisik Dan Kimia Kerupuk Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Pengolahan, Bioteknologi Hasil Perikanan. 5(4): 26-3




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/jpa.v7i3.655

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 claudia gadizza perdani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.