PENGARUH PERBEDAAN UKURAN GILINGAN TERHADAP SEDUHAN KOPI ARABIKA BATUMIRAH DENGAN TEKNIK VIETNAM DRIP

Authors

  • Molly Allmond Yani Universitas Negeri Jakarta
  • Efrina Universitas Negeri Jakarta
  • Ridawati Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2022.010.02.4

Keywords:

Arabika, Biji Kopi, Kualitas, Organoleptik

Abstract

Ukuran gilingan biji dan teknik penyeduhan kopi merupakan penentu kualitas seduhan kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran gilingan (grind size) terhadap kualitas seduhan kopi arabika batumirah dengan teknik vietnam drip. Pada penelitian ini dilakukan metode eksperimen untuk menentukan hasil seduhan yang berkualitas paling baik dari seduhan kopi arabika batumirah teknik vietnam drip dengan jenis ukuran biji kopi gilingan kasar, sedang dan halus. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi alat vietnam drip, menentukan suhu air, uji coba seduhan dengan rasio 1:10, 1:12 dan 1:15 dan dilanjutkan dengan uji coba organoleptik dengan tiga jenis ukuran gilingan berbeda kepada 30 panelis yang meliputi aspek aroma, flavor, aftertaste, acidity, body dan balance. Dari uji organoleptik diperoleh hasil bahwa perbedaan ukuran gilingan berpengaruh terhadap kualitas seduhan kopi arabika batumirah pada aspek acidity, body dan balance.  

References

Asiah, N., Septiyana, F., Saptono, U., Cempaka, L., dan Sari, D. A. (2017). Identifikasi Cita Rasa Sajian Tubruk Kopi Robusta Cibulao Pada Berbagai Suhu Dan Tingkat Kehalusan Penyeduhan. Barometer, 2(2), 52–56. https://journal.unsika.ac.id/index.php/barometer/article/view/905.

Gordi Team. (2021). Bereksperimen dengan Golden Ratio. https://www.gordi.id/blogs/updates/the-golden-ratio-seberapa-penting.

Hamdan Dani, S. A. (2018). Coffee (Karena selera tidak dapat diperdebatkan). AgroMedia Pustaka.

Hayati, R., Marliah, A., dan Rosita, F. (2012). Sifat Kimia Dan Evaluasi Sensori Bubuk Kopi Arabika Chemical Characteristics and Sensory Evaluation of Arabica Coffee Powder. J. Floratek, 7, 66–75.

Kementan. (2018). 2021 , Konsumsi Kopi Indonesia Diprediksi Mencapai 370 Ribu Ton. 1–7.

Kraehenbuehl et al. (2016). Selective enzymatic hydrolysis of CGA lactones in a coffee. Food Chemistry. http://dx.doi.org/10.1016/j.foodchem.2016.09.055.

Pradipta, K. (2017). Jurnal Review Perbedaan Air Seduh terhadap Persepsi Multisensoris Kopi. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 5(1), 85–91.

Puspitasari, R. (2016). Pengaruh Komposisi Jenis Kopi dan Lama Penyangraian Terhadap Karakteristik Kopi Bubuk Berdasarkan SNI. July, 1–23.

Rahmawati, M. A., dan Fibrianto, K. (2018). Karakteristik sensorik kopi Robusta Dampit : kajian pustaka Sensory Characterization of Dampit Robust Coffee : Literature Review. 6(1), 75–79.

Salmaa Dwiranti, N., Ardiansyah, A., and Asiah, N. (2019). Sensory Attributes of Cold Brew Coffee Products at Various Resting Time After Roasting Process. Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal), 35(1), 42–50. https://doi.org/10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v35i1.349.

SCAA (Specialty Coffee Association of America. (2018). SCA Coffee Standards.America: Speciality Coffee Association of America.

Syahputra, H., Arnia, F., dan Munadi, K. (2019). Karakterisasi Kematangan Buah Kopi Berdasarkan Warna Kulit Kopi Menggunakan Histogram dan Momen Warna. Jurnal Nasional Teknik Elektro, 8(1), 42. https://doi.org/10.25077/jnte.v8n1.615.2019.

Tanbunhut Kabupaten. (2016). Budidaya Tanaman Kopi. Tanbunhut Kabupaten Tegal. Jawa Tengah.

Zarwinda, I., dan Sartika, D. (2019). Pengaruh Suhu Dan Waktu Ekstraksi Terhadap Kafein Dalam Kopi. Lantanida Journal, 6(2), 180. https://doi.org/10.22373/lj.v6i2.3811

Downloads

Published

2022-05-09

Issue

Section

Articles