APLIKASI PADA TIME TEMPERATURE INDICATOR (TTI) EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica .Val) UNTUK MONITORING KUALITAS SUSU KEDELAI

Authors

  • Rina Ningtyas Politeknik Negeri Jakarta
  • Rani Setyani Politeknik Negeri Jakarta
  • Muryeti Politeknik Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2022.010.02.1

Keywords:

Ekstrak Kunyit, Kemasan Cerdas, Susu Kedelai, Time Temperature Indicator (TTI)

Abstract

 Susu kedelai adalah produk yang rentan mengalami kontaminasi dan kesalahan penyimpanan (handling), sehingga diperlukan kemasan cerdas Time Temperature Indicator (TTI) untuk mendeteksi kualitas susu kedelai. Pembuatan TTI dengan menggunakan membran indikator  (kertas saring whatman) divariasikan derbandingan jumlah ekstak kunyit dan NaOH 1:3, 1:5, dan 1:7. Pembuatan TTI menggunakan komposisi, dan pengeringan membran asetat dalam waktu 40, 50, dan 60 menit. Kualitas susu kedelai menjadi tidak segar pada suhu ruang jam ke–6 (nilai pH 6.34) dan pada jam ke 48 (nilai pH 6.32) pada suhu kulkas. Skor organoleptik menunjukan ciri-ciri basi pada jam ke–6 (suhu ruang) dan jam ke–48 (suhu kulkas). Uji mikroba menunjukan tidak lagi layak konsumsi pada jam ke – 6 penyimpanan suhu ruang (6.89 log CFU/ml)  dan jam ke 48 penyimpanan kulkas (5.68 log CFU/ml). Hasil menunjukan bahwa aplikasi TTI menggunakan ekstrak kunyit dapat memonitoring kualitas susu kedelai pada suhu ruang namun tidak pada suhu kulkas. Dengan variasi yang tepat untuk suhu ruang adalah 1:7, dengan pengeringan membran asetat 60 menit.

References

Ahvenainen, R. (2003). Active and intelligent packaging. In Novel Food Packaging Techniques (pp. 5–21). Elsevier. https://doi.org/10.1533/9781855737020.1.5.

Anggraeni, F. D., dan Prihandarini, R. (2013). PENGARUH JENIS KOMODITI KEDELAI (ORGANIK DAN ANORGANIK) DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP UMUR SIMPAN SUSU KEDELAI. 7, 11.

Arini, L. D. D. (2017). FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN KARAKTERISTIK MAKANAN KADALUARSA YANG BERDAMPAK BURUK PADA KESEHATAN MASYARAKAT. 10.

Atno, N. M., & Iskandar, A. (2017). Kajian Jenis Kemasan dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu Sari Kedelai. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87256.

BSN. (2009). SNI 7388:2009 Batas Maksimum Cmaran Mikroba dalam Pangan. https://pspk.fkunissula.ac.id/sites/default/files/2017_kpdl_SNI-7388-2009-Batas-maksimum-cemaran-mikroba-dalam-pangan.pdf.

Fitri, D. T., Hidayat, M. A., Kuswandi, B., & Kalimantan, J. (2013). Aplikasi Time-Temperature Indicator Berbasis Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) untuk Monitoring Kualitas Susu pada Suhu Ruang (Application of Time-Temperature Indicator Based on Turmeric extract (Curcuma domestica Val.) for Monitoring Quality of Milk Stored at Room Temperature). 5.

Harjanti, R. S. (2008). Pemungutan Kurkumin dari Kunyit (Curcuma domestica val.) dan Pemakaiannya Sebagai Indikator Analisis Volumetri. Jurnal Rekayasa Proses, 2(2), 6.

Hilmarni, H., Satriani, R., & Rosi, D. H. (2019). Uji Kontaminan Koliform Susu Kedelai yang dijual di Pasar Bawah Kota Bukittinggi. Jurnal Endurance, 4(1), 45. https://doi.org/10.22216/jen.v4i1.2807.

Layadi, N., Sedyandini, P., & Soetaredjo, F. E. (2009). PENGARUH WAKTU SIMPAN TERHADAP KUALITAS SOYGHURT DENGAN PENAMBAHAN GULA DAN STABILISER. 8(1), 11.

Mawarni, R. D., & Anggraini, Y. (2018). Pembuatan Susu Kedelai yang Tahan Lama Tanpa Bahan Pengawet. 7.

Nababan, L. A., Suada, I. K., & Swacita, I. B. N. (2014). Ketahanan Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Tingkat Keasaman, Didih, dan Waktu Reduktase. Indonesia Medicus Veterinus, 9.

Ningtyas, R. (2021). Tren Teknologi Kemasan Pangan (1st ed.). PNJ Press. https://press.pnj.ac.id/book/Rina-Ningtyas-Tren-Teknologi-Kemasan-Pangan/.

Puspisari, Y. A. (2018). Pengembangan Time-Temperature Indicator Berbasis Enzim Lipase untuk Pemonitoran Kesegaran Susu. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/88841.

Puspitasari, A. D., Sumantri, S., Murwati, D. B., & Irawan, I. (2019). PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR LESITIN DALAM SUSU KEDELAI DAN SOYGURT SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Jurnal Ilmiah Teknosains, 4(2), 62. https://doi.org/10.26877/jitek.v4i2.3172.

Siburian, E. T. P., Dewi, P., & Kariada, N. (2012). Pengaruh Suhu dan Waktu Penyimpanan Terhadap Pertumbuhan Bakteri dan Fungi Ikan Bandeng. Unnes J Life Sci 1 (2) (2012).

Tessi, M. A., Aríngoli, E. E., Pirovani, M. E., Vincenzini, A. Z., Sabbag, N. G., Costa, S. C., García, C. C., Zannier, M. S., Silva, E. R., & Moguilevsky, M. A. (2002). Microbiological Quality and Safety of Ready-To-Eat Cooked Foods from a Centralized School Kitchen in Argentina. Journal of Food Protection, 65(4), 636–642. https://doi.org/10.4315/0362-028X-65.4.636.

Tichoniuk, M., Radomska, N., & Cierpiszewski, R. (2017). The Application of Natural Dyes in Food Freshness Indicators Designed for Intelligent Packaging. Studia Oeconomica Posnaniensia, 5(7), 19–34. https://doi.org/10.18559/SOEP.2017.7.2.

Winarno, F. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Gamedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2022-05-09

Issue

Section

Articles