KARAKTERISTIK FISIK EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR PATI BATANG KELAPA SAWIT TERMODIFIKASI DAN TAPIOKA

Authors

  • Reiza Mutia Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia
  • Wimpy Prendika Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia
  • Imelda Yunita Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia
  • Yuli Andriani Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2022.010.03.2

Keywords:

Edible film, Pati batang kelapa sawit termodifikasi, Tapioka

Abstract

Pati batang kelapa sawit yang telah dimodifikasi berpotensi dijadikan edible film. Tapioka ditambahkan sebagai campuran untuk meningkatkan sifat fisik edible film. Tujuan penelitian yaitu mengetahui karakteristik fisik edible film berbahan baku pati batang kelapa sawit termodifikasi dan tapioka serta menentukan rasio terbaik untuk menghasilkan edible film. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial digunakan sebagai desain penelitian dengan perlakuan rasio bobot pati batang kelapa sawit termodifikasi dan tapioka. Rasio bobot yang digunakan adalah 1:3, 1:1, 3:1 (b/b). Parameter yang diamati adalah ketebalan, pemanjangan saat putus dan kekuatan tarik edible film. Hasil uji ANOVA pada taraf 5% didapatkan bahwa rasio bobot pati batang kelapa sawit termodifikasi dan tapioka berpengaruh nyata terhadap parameter kekuatan tarik, tetapi tidak berpengaruh terhadap parameter ketebalan dan pemanjangan saat putus edible film. Perlakuan 1:3 (b/b) merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan edible film dengan karakteristik fisik antara lain ketebalan 0.15 mm, pemanjangan saat putus 23.00%, dan kekuatan tarik 6.07 MPa.

Author Biographies

Reiza Mutia, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia

Program Studi Agroteknologi

Wimpy Prendika, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia

Program Studi Teknik Industri

Imelda Yunita, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia

Program Studi Teknik Industri

Yuli Andriani, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia

Program Studi Agroteknologi

References

Amaliya, R.R., & Putri, W.D.R. (2014). Karakterisasi edible film dari pati jagung dengan penambahan filtrat kunyit putih sebagai antibakteri. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(3),43-53.

Cahyaningtyas, A. A., Ermawati, R., Supeni, G., Syamani, F.A., Masruchin, N., Kusumaningrum, W. B., Pramasari, D. A., Darmawan, T., Wibowo, E. S., Triwibowo, D., & Kusumah, S.S. (2019). Modifikasi dan karakterisasi pati batang kelapa sawit secara hidrolisis sebagai bahan baku bioplastik. Jurnal Kimia dan Kemasan, 41(1),37-44.

Jacoeb, A. M., Nugraha, R., & Utari, S.P.S.D. (2014). Pembuatan edible film dari pati buah lindur dengan penambahan gliserol dan karaginan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 17(1),14-21.

Krochta, J. M., & Johnston, D.M. (1997). Edible and biodegradable polymer films: changes and opportunities. Journal of Food Technology, 52(2),1-20.

Moga, T., Montotolalu, R. I., Berhimpon, S., & Mentang, F. (2018). Karakteristik fisik edible film dari karaginan dengan penambahan asap cair. Journal of Aqua Science and Management, 6(1),15-21.

Muin, R., Anggraini, D., & Malau, F. (2017). Karakteristik fisik dan antimikroba edible film dari tepung tapioka dengan penambahan gliserol dan kunyit putih. Jurnal Teknik Kimia 23(3),191-198.

Nasaputra, M. A. (2012). Pengaruh konsentrasi pati jahe emprit (zingiber officinale var. rubrum) dan asam stearat terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik edible film (Skripsi sarjana). Dikutip dari http://repository.ub.ac.id/149016/

Raafiah, U. D. (2011). Pembuatan edible film dari campuran ekstrak pepaya (Carica papaya L.), kanji dan gliserin sebagai bahan pengemas (Skripsi sarjana). Dikutip dari Indonesia OneSearch.

Rhim, J. W., & Wang, L. F. (2013). Mechanical and water barrier properties of agar/k-carrageenan/konjac glucomannan ternary blend biohydrogel films. Carbohydrate Polymers, 96(1),71-81.

Ridwansyah, Nasution M. Z., Sunarti, T. C., & Fauzi, A. M. (2010). Karakteristik sifat fisiko-kimia pati kelapa sawit. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 17(1),1-6.

Saputro, B. W., Dewi, E.N., & Susanto, E. (2017). Karakteristik edible film dari campuran tepung semirefined karaginan dengan penambahan tepung tapioka dan gliserol. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 6(2),1-6.

Sinaga, L. L, Rejekina, M. S., & Sinaga, M. S. (2013). Karakteristik edible film dari ekstrak kacang kedelai dengan penambahan tepung tapioka dan gliserol sebagai bahan pengemas makanan. Jurnal Teknik Kimia USU, 2(4),12-16.

Skurtys, O., Pedreschi, F., Enrione, J., Osorio, F., & Aguilera, J. M. (2010). Food hydrocolloid edible films and coatings. Food Hydrocolloids: Characteristics, Properties and Structures, 3,41-80.

Supeni, G., Cahyaningtyas, A. A., & Fitrina, A. (2015). Karakterisasi sifat fisik dan mekanik penambahan kitosan pada edible film karagenan dan tapioka termodifikasi. Jurnal Kimia dan Kemasan, 37(2),103-110.https://doi.org/10.24817/jkk.v37i2.1819

Zhou, Y., Wu, X., Chen, J., & He, J. (2021). Effects of cinnamon essential oil on the physical, mechanical, structural and thermal properties of cassava starch-based edible films. International Journal of Biological Macromolecules, 184,574–583. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2021.06.067

Downloads

Published

2022-10-14

Issue

Section

Articles