EKSTRAKSI ANTOSIANIN DARI BUAH MURBEI (Morus alba. L) METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (KAJIAN WAKTU EKSTRAKSI DAN RASIO BAHAN: PELARUT) [IN PRESS JULI 2014]

Aliefa Nur Azmi, Yunianta Yunianta

Abstract


Terbatasnya kualitas dan sumber pewarna alami menyebabkan penggunaan pewarna sintetisberkembang pesat, sehingga diperlukan pencarian alternatif pewarna alami seperti antosianin. Antosianin memiliki efek baik bagi tubuh. Antosianin banyak terdapat di buah salah satunya yakni buah murbei (Morus alba L.). Kadar antosianin pada buah murbei cukup tinggi berkisar antara 147.68 hingga 2725.46 mg/100gr. Ekstraksi pada umumnya menggunakan ekstraksi konvensional yang memakan banyak waktu dan tidak efektif. Oleh karena itu, diperlukan teknik ekstraksi yang cepat dan efisien yaitu MAE (Microwave Assisted Extraction). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah waktu ekstraksi (40, 60, 80 detik) dan faktor II adalah rasio bahan:pelarut (1:4, 1:5,  1:6 b/v). Perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan waktu ekstraksi selama 80 detik dan rasio bahan:pelarut 1:6 (b/v) dengan kadar antosianin 2434.74 ppm, aktivitas antioksidan IC50227.80 ppm, pH 3.32, rendemen 32.78%, tingkat kecerahan (L) 18, tingkat kemerahan (a*) 8.70, dan tingkat kekuningan (b*) 15.20.  Perbandingan ekstraksi konvensional dengan pelarut menunjukkan ekstraksi dengan MAE menghasilkan nilai yang lebih baik pada semua parameter yang diuji.

 

Kata Kunci: Antosianin, Buah Murbei, MAE


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Aliefa Nur Azmi, Yunianta Yunianta

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.