EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia) DENGAN METODE ULTRASONIC BATH (KAJIAN JENIS PELARUT DAN LAMA EKSTRAKSI)

Nusa Claudia Riane Yuswi

Abstract


Bawang dayak atau bawang hantu (Eleutherine palmifolia (L.) merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah. Senyawa bioaktif dan antioksidan seperti fenol, flavonoid, tanin, steroid, alkaloid banyak terdapat pada bawang dayak. Senyawa – senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang dapat menghambat dan mereduksi radikal bebas. Komponen bioaktif dapat dipisahkan dari tanaman dengan menggunakan metode ekstraksi. Ekstraksi konvensional umumnya memakan waktu yang lama dan energi yang besar, sehingga diperlukan metode yang lebih efisien salah satunya menggunakan metode ultrasonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut : dan lama ekstraksi menggunakan metode ultrasonic bath sehingga didapatkan ekstrak bawang dayak terbaik. Penelitian ini disusun menggunakan metode Rancangan Tersarang (Nested design)  dengan 2 faktor yaitu jenis pelarut (etanol 96%, heksan) dan lama ekstraksi (10, 20, dan 30 menit) dengan rasio masing-masing (1:7). Perlakuan terbaik didapatkan dari pelarut etanol 96% dan lama ekstraksi (30 menit) dengan rendemen  7.84%, total fenol 240.62 mgGAE/g, flavonoid 106.03 mgQE/g dan aktivitas antioksidan IC50 52.38 ppm.

 

Kata Kunci: Bawang Dayak, Antioksidan, Ultrasonik

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.